Istanbul (KABARIN) - Pejabat keamanan tinggi Iran memperingatkan bahwa pihaknya akan memberikan respons atas serangan yang dilakukan Israel terhadap ibu kota Lebanon, Beirut, dengan menegaskan Teheran tidak akan tinggal diam terhadap aksi tersebut.
“Balasannya akan datang,” kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, seperti disiarkan Press TV pada Minggu.
Ia menyebut bahwa “persatuan seluruh front telah menciptakan rantai keamanan dalam pertahanan kawasan” serta menegaskan bahwa Lebanon merupakan bagian penting bagi Iran.
“Lebanon adalah bagian dari kehidupan kami, dan pelanggaran terhadap garis merah Republik Islam tidak akan ditoleransi,” ujarnya.
Di sisi lain, kantor berita semi-resmi Tasnim sebelumnya melaporkan bahwa seluruh penerbangan di wilayah barat Iran dihentikan sementara dengan alasan kondisi keamanan. Namun laporan tersebut kemudian dibantah oleh kantor berita Mehr, yang mengutip juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan.
Akhavan menegaskan tidak ada pemberitahuan resmi atau Notice to Airmen (NOTAM) yang dikeluarkan untuk menutup wilayah udara atau menghentikan penerbangan di kawasan tersebut.
Sementara itu, serangan udara Israel dilaporkan menghantam kawasan pinggiran selatan Beirut pada Minggu pagi, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 15 lainnya meski gencatan senjata masih berlaku.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik serangan itu dan menyebutnya “seharusnya tidak terjadi” di tengah proses menuju kesepakatan damai antara pihak-pihak terkait.
Iran juga sebelumnya menyerukan penghentian konflik di seluruh front, termasuk di Lebanon, sebagai bagian dari upaya kesepahaman dengan Amerika Serikat dalam mengakhiri konflik yang disebut dimulai pada 28 Februari dan saat ini berada dalam fase gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April 2026.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026